Thursday, May 10, 2018

Penyerangan 156 Napi Teroris Dimako Brimom Depok

Jika diurutkan secara singkat, kronologinya kira-kira seperti ini;
Kronologi Satu
Sebanyak 156 orang napi teroris mendadak melakukan perlawanan. Menyerang para petugas yang kebetulan tidak sedang bersenjata, menyandera 6 polisi yang gagal menyelamatkan diri, dan menjebol ruang penyimpanan senjata. Aksi ini pasti sudah dirancang dengan sangat matang karena mereka tahu benar seluk beluk ruangan di situ dan situasi kesehariannya.

Kerusuhan Napi Teroris Dimako Brimom | Infopagarnusa.com
Kerusuhan Napi Teroris Dimako Brimom
Kronologi Dua
Dalam pergolakan itu seorang Napiter tewas tertembak petugas, seorang lagi terluka dan belum jelas kabar terakhirnya. Para polisi yang jadi sandera disiksa oleh para napiter, digorok lehernya dan ditembak hingga tewas, hanya disisakan satu orang untuk modal negosiasi. 






Kronologi Tiga
Lewat HP yang berhasil mereka sita dari petugas, mereka koordinasi dengan jaringan di luar rutan. Sejumlah simpatisan pun berkumpul di sekitar mako Brimob, bersiap untuk ikut menyerbu dari luar. Tinggal tunggu komando. Lihat screenshot WAG mereka di sini.

Kronologi Empat
Proses negosiasi dengan aparat tidak terlalu sulit. Tawanan mereka lepaskan agar bisa ditukar dengan makanan. Jangankan siap mati, siap lapar saja mereka ternyata tidak sanggup. 

Kronologi Lima
Setelah itu aparat memberi ultimatum; Mereka menyerah tanpa syarat atau siap bertempur sampai mati. Sebanyak 145 napiter ternyata belum siap mati syahid. Mereka berbondong-bondong menyerah tanpa syarat. Masih tersisa 10 orang yang bertekad untuk bertempur habis-habisan hingga tetes darah terakhir. Setidaknya mereka memegang puluhan pucuk senjata mulai laras pendek, laras panjang hingga senapan mesin dan ratusan amunisi. 

Kronologi Enam
Batas waktu ultimatum telah habis. Aparat membuka serangan dengan empat ledakan gas airmata dan flashbang. Hanya dengan serangan pembuka tadi para jihadis itu langsung menjerit minta damai. Untuk para pelaku, kami sangat kecewa. Cara kalian terkencing-kencing takut mati sangat tidak sesuai dengan gaya kalian saat menyiksa dan menggoroki leher para tawanan. Kami kecewa, ternyata kalian tidak benar-benar berani mati dan merindukan 72 bidadari surga. Sangat tidak sesuai dengan apa yang selama ini kalian gembar gemborkan di medsos. Terakhir; kami kecewa, karena setelah tindakan iblis yang kalian lakukan itu, lantas terkencing-kencing minta ampun, kalian masih diperlakukan dengan manusiawi.


EmoticonEmoticon